Link Lengkap Materi dan Kisi-Kisi Pelajaran Agama Katolik Kelas 6 SD

Berikut ini adalah link lengkap dari seluruh materi dan kisi-kisi pelajaran Agama Katolik Kelas 6 SD yang ada di website ini. Klik setiap tema atau kisi-kisi yang diinginkan.

Aku Bangga dan Bersyukur atas Keanekaragaman dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Hak dan Kewajiban Sebagai Warga Negara

Aku Warga Dunia

Nabi Elia Mengajak Israel Kembali Percaya

Nabi Amos Pejuang Keadilan

Allah Setia Mendampingi Umat Israel yang Jatuh Bangun

Nabi Yesaya Menubuatkan Kedatangan Juru Selamat yang Dirindukan Umat Israel

Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dengan Kata-Kata

Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dengan Tindakan

Seluruh Pribadi Yesus Mewartakan Kerajaan Allah

Kisi-Kisi Semester I

Gereja Yang Satu Kudus, Katolik, dan Apostolik

Gereja Persekutuan Para Kudus

Gereja Mewartakan Kerajaan Allah 

Karya Pelayanan Gereja

Kritis terhadap Tantangan Zaman 

Bertindak Menurut Hati Nurani

Menegakkan Keadilan dan Kejujuran

Doa Sumber Kekuatan Hidup

Kisi-Kisi Semester II

Mau mendengar inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

Kisi-Kisi Semester II Pendidikan Agama Katolik Kelas 6 SD

  1. Tuliskanlah keempat ciri Gereja!
  2. Jelaskan pengertian Gereja bersifat satu? Beri contoh!
  3. Jelaskan pengertian Gereja bersifat kudus? Beri contoh!
  4. Jelaskan pengertian Gereja bersifat Katolik? Beri contoh!
  5. Jelaskan pengertian Gereja bersifat apostolik? Beri contoh!
  6. Jelaskan ciri-ciri kehidupan Gereja Perdana (Kisah Para Rasul 2: 41-47)!
  7. Tuliskan beberapa kegiatan Gereja yang menampakkan sifat kudus!
  8. Ciri atau sifat Gereja apa yang ditekankan dalam 1 Korintus 12:13?
  9. Ciri atau sifat Gereja apa yang ditekankan dalam Yohanes 17:19?
  10. Ciri atau sifat Gereja apa yang ditekankan dalam Kisah Para Rasul 2:41-17?
  11. Apakah ciri-ciri tersebut masih ada di dalam kehidupan Gereja zaman sekarang?
  12. Apa yang dimaksud dengan Santa atau Santo?
  13. Jelaskan masing-masing arti Beata, Beato dan Martir!
  14. Mengapa Stefanus disebut Santo?
  15. Apa yang ia perjuangkan, hingga ia rela mati?
  16. Berdasarkan teks Kitab Suci ini (Yohanes 3:1-5 dan Yohanes 6:35, 48, 51, 54-58) apa syarat utama untuk memperoleh hidup yang kekal?
  17. Apa makna dari sabda Yesus: “Makan daging-Ku dan minum darah-Ku”?
  18. Jelaskan yang dimaksud dengan persekutuan para kudus?
  19. Apa yang mendasari hubungan antara Gereja dengan para kudus di surga?
  20. Jelaskan pengertian devosi di dalam Gereja? Beri contoh!
  21. Berdasarkan perikop Matius 5:1-16, suasana apa yang ditawarkan Yesus kepada umat manusia?
  22. Siapakah yang bisa memperoleh dan menikmati suasana yang ditawarkan Tuhan Yesus tersebut?
  23. Siapakah yang dimuliakan, jika melalui perbuatan-perbuatan baik, terang kita bercahaya?
  24. Berdasarkan Lukas 4:16-21, kepada siapa sajakah Yesus diutus?
  25. Apa tugas utama yang diemban Yesus Kristus!
  26. Siapa saja yang menjadi sasaran utama pelayanan Yesus?
  27. Mengapa Gereja turut serta dalam tugas Kristus?
  28. Bagaimana Gereja turut serta terlibat di dalam tugas Kristus?
  29. Jelaskan jenis-jenis karya Gereja dan tujuannya!
  30. Jelaskan tanda-tanda yang menunjukkan Kerajaan Allah sudah dekat!
  31. Bagaimana seharusnya sikap Gereja terhadap masyarakat di sekitarnya, sehingga tugas mewujudkan Kerajaan Allah dapat terlaksana?
  32. Kalimat-kalimat mana dari kutipan Injil Matius 28: 16-20 yang menunjukkan tugas mewartakan yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya?
  33. Bagaimana tugas pewartaan itu sekarang dilaksanakan dalam Gereja?
  34. Kalimat-kalimat mana dari kutipan Kisah Para Rasul 2: 41- 47 yang menunjukkan tugas menguduskan dari murid-murid Yesus?
  35. Bagaimana tugas pengudusan itu sekarang dilaksanakan dalam Gereja?
  36. Kalimat mana dari kutipan Matius 25:31-41 yang menunjukkan tugas mengasihi sesama dari murid-murid Yesus?
  37. Bagaimana tugas mengasihi itu dilaksanakan sekarang dalam Gereja?
  38. Tugas utama Gereja adalah melanjutkan dan melibatkan diri dalam karya Kristus. Jelaskan pernyataan ini!
  39. Tuliskan macam-macam bidang karya pelayanan Gereja!
  40. Tuliskan masing-masing petugas yang melibatkan diri di dalam berbagai bidang karya pelayanan Gereja, serta peranannya masing-masing!
  41. Apa saja tugas dan kewajiban kita sebagai warga Gereja di dalam karya pelayanan?
  42. Jelaskan jenis-jenis karya Gereja dan tujuannya!
  43. Menurut Gaudium et Spes art. 6, permasalahan apa saja yang dihadapi oleh Gereja dan masyarakat zaman sekarang?
  44. Mengapa Paus Fransiskus menyerukan encatan e jata di Gaza?
  45. Jelaskan tugas Gereja di dalam dunia / di tengah masyarakat!
  46. Mengapa Gereja peduli untuk menghadapi permasalahan yang ada di dalam masyarakat?
  47. Permasalahan-permasalahan apa saja yang di hadapi oleh Gereja dari dalam? Beri contoh!
  48. Permasalahan-permasalahan apa yang di dihadapi oleh Gereja dari luar? Beri contoh!
  49. Apa pesan Yesus bagi kita melalui sabda-Nya: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat”?
  50. Mengapa Petrus menyangkal hingga tiga kali? Hal-hal apakah yang menjadi pertimbangan sehingga Petrus melakukannya?
  51. Ketika Petrus menyangkal Yesus untuk ketiga kalinya, Yesus menoleh dan memandang Petrus. Pesan apakah yang hendak dikatakan Yesus kepada Petrus melalui peristiwa itu?
  52. Setelah menyangkal Yesus, mengapa Petrus menangis?
  53. Apa fungsi suara hati dalam kehidupan kita?
  54. Menurut Santo Paulus, apa yang dimaksud dengan hati nurani atau suara hati?
  55. Bagaimana ajaran Gereja Katolik (Gaudium et Spes art. 16) mengenai hati nurani?
  56. Hal-hal apa saja yang membuat seseorang mengingkari hati nurani?
  57. Bagaimanakah hati nurani kita dapat dibina?
  58. Berdasarkan perikop Matius 5:33-37, apa yang dimaksud dengan kejujuran?
  59. Mengapa Yesus menghendaki agar kita bersikap jujur?
  60. Berdasarkan Matius 20:1-16, apa yang dimaksud dengan keadilan?
  61. Menurutmu apakah tuan yang mempunyai kebun anggur tersebut bersikap adil? Beri penjelasan!
  62. Temukan contoh nyata tokoh atau pemimpin pada zaman sekarang, yang menurutmu bersikap jujur dan adil, beri penjelasan secukupnya!
  63. Apa yang dimaksud dengan kejujuran?
  64. Apa yang dimaksud dengan keadilan?
  65. Bagaimana Yesus menyempurnakan perintah ketujuh ‘Jangan bersaksi dusta’?
  66. Jelaskan manfaat sikap jujur dan adil di dalam kehidupan bersama?
  67. Apa akibat yang bisa muncul, apabila seseorang melakukan ketidakjujuran dan ketidakadilan?
  68. Menurut teks Lukas 22:39-46, kapan dan di manakah Yesus berdoa?
  69. Berdasarkan Lukas 22:39-46, mengapa Yesus berdoa? Apa isi doa Yesus?
  70. Apa peran doa bagi Yesus yang akan mengalami penyaliban?
  71. Pesan apa yang mau Yesus sampaikan dengan kata-kata yang diberikan kepada para murid-Nya: “Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan!”
  72. Jelaskan yang dimaksud dengan doa?
  73. Apa peran doa di dalam kehidupan orang beriman?
  74. Sikap-sikap apa yang harus kita miliki di dalam doa?
  75. Apa yang dimaksud dengan doa yang terkabul?
  76. Jelaskan maksud pernyataan ini “Yesus mengabulkan doa jauh melebihi dari apa yang kamu harapkan”?

    Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
    Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
    Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

Doa Sumber Kekuatan Hidup

  • Di masyarakat terdapat kebiasaan berdoa, baik pribadi maupun kelompok. Ada yang berdoa sendiri dan ada pula yang dilakukan secara bersama-sama.
  • Pada umumnya, orang berdoa di tempat ibadah. Secara khusus, orang berdoa di rumah atau kamar pribadi. Tetapi ada pula orang yang melakukan doa di sawah, di perjalanan, di tempat kerja dan di mana saja.
  • Pada umumnya orang berdoa dengan maksud memohon berkat Tuhan, bersyukur atau memuji Tuhan.
  • Secara sederhana, orang memahami bahwa doa adalah berbicara dengan Allah. Dalam doa, kita mendengarkan dan menyampaikan keinginan-keinginan kita.
  • Doa merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan iman (kepercayaan), harapan, dan kasih. Sebagai ungkapan iman, harapan, dan kasih, doa dapat dilakukan baik secara pribadi maupun bersama.
  • Di samping sebagai ungkapan iman, harapan dan kasih, doa juga merupakan sumber kekuatan bagi kehidupan orang beriman. Melalui doa, iman kita menjadi semakin bertumbuh, meskipun kita harus menghadapi beratnya perjuangan hidup. Dengan berdoa, keyakinan pribadi seseorang dapat bertumbuh semakin kuat. Dan dengan keyakinan yang kuat, apa yang menjadi permohonan, harapan serta cita-cita yang diungkapkan di dalam doa, akan dapat kita raih.
  • Doa bersama, selain mengungkapkan iman dalam kebersamaan, juga memperteguh harapan bersama. Doa bersama dapat dikatakan sebagai bentuk komunikasi bersama yang menjembatani setiap hati, sehingga apa yang menjadi harapan serta permohonan bersama, dapat diperjuangkan secara bersama. Dan dalam hal inilah, Tuhan berkarya serta mengabulkan doa-doa bersama.
  • Doa sebagai ungkapan iman, harapan, kasih, sekaligus pasrah kepada Allah yang terindah adalah doa Yesus di Taman Getsemani.
  • Pada saat kritis menghadapi sengsara dan kematian-Nya, Yesus begitu pasrah, mencintai, dan berharap pada Bapa- Nya. Terungkaplah doa Yesus yang terindah: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau kehendaki, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapibukanlah kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mulah yang terjadi!” (Lukas 22:42).
  • Dengan doa-Nya, Yesus mengatakan kepasrahan-Nya kepada kehendak Bapa. Dengan doa itu pula, Yesus menyatakan cinta-Nya kepada Bapa. Kehendak Bapa selalu diutamakan-Nya. Dengan doa itu juga, Yesus menyatakan harapan-Nya kepada Bapa. Bapa tidak akan meninggalkan Dia.
  • Setelah perjamuan (terakhir), Yesus bersama para muridnya pergi ke kebun zaitun (Taman Getsemani), untuk berdoa. Dalam doa Yesus di Taman Getsemani, terungkap iman, harapan, dan kasih Yesus kepada Bapa-Nya. Di dalam doa itu Yesus mengungkapkan:
    1. Kepercayaan dan kepasrahan Yesus kepada Bapa-Nya. Di saat-saat susah pun Yesus masih percaya dan pasrah pada Bapa Allah.
    2. Pengharapaan Yesus kepada Bapa-Nya. Yesus yakin bahwa Bapa-Nya tidak akan menyia-nyiakan Dia.
    3. Kasih Yesus kepada Bapa-Nya. Yesus selalu mengutamakan kehendak Bapa-Nya. Kehendak-Nya sendiri Ia lupakan.
  • Doa berperan memberikan peneguhan. Terkabulnya doa tidak tergantung pada rumusan, tempat dan waktu, melainkan kehendak Allah. Dalam hal ini, doa-doa semua orang akan dikabulkan, jika sesuai dengan Allah sendiri.
  • Berjaga dan berdoa, memberikan kekuatan agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan. Artinya, doa dapat meneguhkan rencana, sikap dan perbuatan kita sesuai dengan kehendak Allah. Jika kita hidup sesuai dengan kehendak Allah, kita tidak akan jatuh ke dalam pencobaan.

Ringkasan Buku Guru Kelas 6 K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Menegakkan Keadilan dan Kejujuran

  • Para siswa mungkin menyaksikan bahwa cukup berat untuk hidup sesuai dengan hati nurani, dengan berperilaku adil dan jujur.
  • Berbagai peristiwa menunjukkan bahwa terdapat upaya-upaya untuk menutupi perilaku tidak jujur dan tidak adil dengan cara- cara yang kejam.
  • Di lain pihak, mereka pun dapat menemukan nilai-nilai keadilan dan kejujuran yang ditampilkan oleh banyak tokoh, pemimpin serta orang-orang yang tetap bertahan untuk bersikap sesuai dengan hati nuraninya.
  • Bahkan, masyarakat pada umumnya merindukan tokoh-tokoh yang bersikap jujur, adil dan bijaksana sebagai pemimpin di tengah masyarakat.
  • Sebagaimana telah ditekankan oleh Firman Tuhan di dalam dekalog atau Sepuluh Perintah Allah (keluaran 20:15-17), juga ditegaskan oleh ajaran Yesus pada Matius 5:33-37 dan Matius 20:1-16 bahwa Allah menghendaki terjadinya keadilan dan kejujuran, karena hal itu sungguh memberikan suasana kehidupan bersama yang nyaman dan harmonis.
  • Sebaliknya, sejarah Israel menunjukkan bahwa akibat dari perilaku tidak jujur dan tidak adil, berakibat menyengsarakan rakyat hingga ke pembuangan.
  • Akar permasalahan dari perilaku tidak jujur dan tidak adil adalah keinginan dan keserakahan. Bahkan perilaku tidak adil dan tidak jujur mengakibatkan sendi-sendi kehidupan di dalam masyarakat menjadi goyah, karena hilangnya sikap tidak percaya dan curiga satu dengan yang lain.
  • Lebih jauh dari semua itu, perilaku tidak jujur dan tidak adil kerap berakibat perilaku lainnya yang tidak mencerminkan nilai-nilai luhur manusia. Misalnya untuk menutupi perilaku korupsi, tidak jujur dan tidak adil, seseorang sampai hati menculik, mengintimidasi dan membunuh orang lain.
  • Yesus mengajarkan bahwa kejujuran adalah sikap hati yang tegas. Jujur adalah mengatakan sesuai dengan sebenarnya. Jika ya katakan ya, dan jika tidak katakan tidak (Matius 5:37).
  • Yesus menghendaki kita untuk bersikap jujur, karena sikap jujur selain sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan kebenaran, sikap jujur juga berguna untuk membangun sendi-sendi kepercayaan di dalam kehidupan bersama. Perilaku tidak jujur akan mengakibatkan kerugian serta ketidakadilan. Mereka yang benar diperlakukan salah, sedangkan yang bersalah seolah diperlakukan sebagai orang benar.
  • Menurut Matius 20:1-16, keadilan adalah sikap memberikan kepada orang lain sesuai dengan haknya. Keadilan adalah kesesuaian antara hak dan kewajiban. Keadilan adalah wujud dari kebaikan dan cinta Allah.
  • Keadilan yang hendak ditekankan oleh Yesus adalah keadilan sebagai wujud kebaikan dan kasih Allah. Keadilan bukan hanya berarti keseimbangan. Lebih jauh dari itu, keadilan terkait dengan kesanggupan setiap pribadi. Misalnya, guru tidak dapat dikatakan adil jika memberikan nilai yang sama kepada semua siswa. Sekolah tidak dapat dikatakan tidak adil, jika memberlakukan uang sekolah yang sama kepada semua siswa.

Ringkasan Buku Guru Kelas 6 K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Bertindak Menurut Hati Nurani

  • Dalam Kitab Kejadian, manusia disebut sebagai citra Allah, yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26). Kodrat manusia sebagai citra Allah, menegaskan bahwa manusia dianugerahi berbagai keistimewaan dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Salah satunya adalah bahwa manusia memiliki kehendak dan kebebasan, yang disebut sebagai otonomi manusia.
  • Tanggung jawab atas kebebasan pribadi manusia (otonomi) tersebut ̧ dihayati melalui keputusan hati nurani atau suara hati. Jika kebebasan dihayati sebagai tanggung jawab, maka manusia memiliki kesadaran moral.
  • Hati nurani dapat diartikan secara luas dan secara sempit sebagai berikut:
    1).
    Hati nurani secara luas dapat diartikan sebagai keinsafan akan adanya kewajiban. Hati nurani merupakan kesadaran moral yang timbul dan tumbuh dalam hati manusia.
    2). Hati nurani secara sempit merupakan penerapan kesadaran moral dalam suatu situasi konkret, yang menilai suatu tindakan manusia atas baik buruknya. Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru.
  • Selanjutnya, perlu disadari beberapa pembedaan menyangkut hati nurani itu, antara lain:
    1) Dari segi waktu
    Hati nurani dapat berperanan sebelum suatu tindakan dibuat. Biasanya, hati nurani akan menyuruh jika perbuatan itu baik dan melarang jika perbuatan itu buruk. Hati nurani dapat berperan sesudah suatu tindakan dibuat. Ia “memuji” kalau perbuatan itu baik dan ia akan membuat kita gelisah atau menyesal jika perbuatan itu buruk.
    2) Dari segi benar-tidaknya
    Hati nurani benar, jika kata hati kita cocok dengan norma objektif. Hati nurani keliru, jika kata hati kita tidak cocok dengan norma objektif.
    3) Dari segi pasti-tidaknya
    Hati nurani yang pasti berarti secara moril dapat dipastikan bahwa hati nurani tidak keliru. Hati nurani yang bimbang berarti masih ada keragu-raguan.
  • Oleh karena itu, hati nurani perlu dibina. Pembinaan hati nurani dapat dilakukan antara lain dengan:
    1. mengikuti keputusan suara hati, bila sudah memberikan putusan yang jelas;
    2. membiasakan diri untuk menjalankan perbuatan-perbuatan baik;
    3. mengambil bagian dalam pembinaan-pembinaan rohani, rekoleksi, dan retret;
    4. memperluas pengetahuan dengan membaca surat kabar dan buku-buku yang baik, membaca dan merenungkan Kitab Suci;
    5. membiasakan diri untuk memeriksa hati, pikiran, dan perbuatan kita;
    6. mempertimbangkan dengan teliti nilai-nilai dalam kasus yang kompleks.

     

  • Suasana sulit, terjepit dan mengancam, memaksa Petrus menyangkal Yesus, bahkan hingga tiga kali. Ia terpaksa melakukan penyangkalan, dengan berbagai pertimbangan: demi keselamatan pribadi, demi nama baik, dan demi kepentingan diri sendiri.
  • Setelah Petrus menyangkal, Yesus menoleh dan memandang Petrus. Kisah ini menegaskan bahwa Tuhan menyuarakan kehendak-Nya di dalam hati setiap orang. Dalam lubuk hati setiap orang, hati nurani bekerja. Ia memberikan perintah untuk melakukan yang baik dan menghindari perbuatan jahat. Hati nurani juga menilai keputusan kita, keputusan itu baik atau jahat.
  • Santo Paulus sudah mengatakan kepada kita bahwa dalam diri kita ada dua hukum, yaitu hukum Allah dan hukum dosa. Kedua hukum itu saling bertentangan. Hukum Allah menuju kepada kebaikan, sedangkan hukum dosa menuju kepada kejahatan. Santo Paulus menyadari bahwa selalu ada pergulatan antara yang baik dan yang jahat dalam hati manusia (Roma 7:13-26).
  • Konsili Vatikan II dalam dokumen Gaudium et Spes artikel 16, antara lain berkata: “Di dalam hati nuraninya manusia menemui suatu hukum yang mengikat untuk ditaati. Hukum yang berseru kepada manusia untuk menjauhkan yang jahat dan memanggil manusia untuk melakukan yang baik. Hukum yang ditaman dalam hati manusia oleh Allah sendiri.”
  • Petrus menyadari bahwa dirinya telah mengingkari hati nuraninya. Petrus menyadari bahwa tindakannya itu salah. Hati nuraninya menyalahkan. Ia menangis menyesali perbuatannya.
  • Hati nurani adalah kemampuan manusia untuk mengetahui yang benar dan yang baik. Kemampuan itu dapat menjadi lemah, keliru, tersesat, dan tak berfungsi secara benar. Oleh karena itu, hati nurani harus dibina. Cara-cara untuk membina hati nurani, antara lain:
    1) Mengikuti hati nurani dalam segala hal
    Seseorang yang selalu berbuat sesuai dengan suara hatinya, maka hati nuraninya akan semakin terang, tepat, dan berwibawa. Seseorang yang selalu mengikuti dorongan suara hati, keyakinannya akan menjadi sehat dan kuat; dipercaya olehorang lain, karena memiliki hati yang murni dan mesra dengan Allah. “Berbahagialah orang yang murni hatinya, karena mereka akan memandang Allah” (Matius 5:8).
    2) Mencari keterangan pada sumber yang baik
    Membaca Kitab Suci, Bacaan rohani, film, dan buku-buku yang bermutu. Bertanya kepada orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Ikut dalam kegiatan rohani, seperti rekoleksi, retret dan kegiatan pendampingan iman lainnya.
    3) Koreksi diri atau introspeksi
    Koreksi atas diri sangat penting untuk dapat selalu mengarahkan hidup
    kita.

    Ringkasan Buku Guru Kelas 6 SD K13

    Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
    Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
    Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

Kritis Terhadap Tantangan Zaman

  • Gereja sebagai kumpulan umat beriman, dipanggil untuk melanjutkan karya Kristus di dunia, yaitu mewartakan Kerajaan Allah. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan masyarakat, Gereja menghadapi banyak tantangan, baik yang berasal dari dalam Gereja sendiri maupun dari luar. Sebagaimana telah diperingatkan Yesus sendiri: “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Lukas 10:3). Tapi, tantangan-tantangan itulah yang membuat Gereja harus semakin kritis dan berani dalam menghadapinya.
  • Mewartakan Kerajaan Allah berarti menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian, persaudaraan cinta kasih dan pengampunan. Tetapi juga menegakkan keadilan dan kebenaran. Hal itu tidak berarti bahwa Gereja bersikap kompromi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Gereja dengan jujur dan terbuka dipanggil untuk berpikir mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan baru yang dihadapi umat manusia, dari zaman ke zaman.
  • Kita tidak dapat mengingkari bahwa perkembangan zaman telah memberikan sumbangan positif bagi kehidupan manusia. Era globalisasi telah mampu menjembatani kebutuhan manusia di seluruh belahan bumi, untuk mampu berkomunikasi dan berinteraksi, untuk membagikan serta memperoleh informasi. Namun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai.
  • Budaya materialisme, yang mengutamakan hal-hal jasmaniah, harta dan kekayaan, kerap membelokkan manusia untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok. Pelanggaran terhadap hak-hak azasi manusia, ketidakadilan, korupsi serta kekerasan, semakin marak terjadi di dalam masyarakat.
  • Dalam hal inilah, Gereja harus bersikap kritis sekaligus berani untuk tampil di dalam masyarakat sebagai pewarta sikap dan pandangan Kristus. “Bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hamba, karena kehendak Kristus” (2 Kor 4:5). Atas dasar iman dan sikap pelayanan, Gereja senantiasa kritis serta aktif mencari jalan hidup bersama orang lain.
  • Peserta didik sebagai warga Gereja dan masyarakat, perlu diajak membangun sikap iman yang kritis dan berani, sebagai bentuk keterlibatan di dalam mewartakan Kerajaan Allah sesuai dengan kemampuan dan persoalan yang dihadapi.
  • Dokumen Gereja (Gaudium et Spes art.6)
    “Perlahan-lahan tersebar tipe masyarakat industri yang membawa sementara negara kepada kelimpahan ekonomi dan mengubah secara mendalam paham-paham dan keadaan hidup masyarakat yang telah terbentuk sejak berabad-abad. Demikian pula pengembangan kehidupan kota dan arus urbanisasi bertambah, baik karena pertumbuhan kota-kota dan penduduknya, maupun karena gerak yang menyebarkan kehidupan kota ke pedesaan. Alat-alat komunikasi sosial yang baru dan lebih ampuh membantu agar kejadian-kejadian diketahui dan cara berpikir serta cita rasa disebarkan secepat dan seluas mungkin, dengan menimbulkan banyak dampak yang berkaitan dengannya. Begitu, hubungan manusia dengan sesamanya terus menerus diperbanyak dan sekaligus sosialisasi itu sendiri membawa hubungan-hubungan baru, namun tanpa selalu mengembangkan kematangan pribadi yang sesuai serta hubungan-hubungan yang benar-benar manusiawi.
  • Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata di Gaza. “Saya menasihati seluruh pihak yang memiliki kepentingan dan semua yang memiliki tanggung jawab politik di tingkat lokal ataupun internasional tidak menyerah untuk berdoa, tidak juga berhenti melakukan upaya untuk menghentikan setiap permusuhan dan mencapai perdamaian yang membawa kebaikan bagi semua,” kata Paus dari jendela apartemennya di St. Peter Square pada Minggu (13/7/2014).
  • Persoalan ketidakjujuran, korupsi, sikap tidak adil dan mencari keuntungan pribadi atau kelompok, masih merupakan permasalahan nyata pada zaman sekarang. Sabda Yesus: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat, merupakan ajakan untuk hidup di dalam kejujuran, bertindak adil dan tidak mencari keuntungan pribadi.
  • Gereja prihatin dengan peperangan dan konflik kemanusiaan. Dengan dialog serta berdoa bersama, Paus mengajak kedua pihak yang bertikai, melakukan upaya untuk menghentikan setiap permusuhan dan mencapai perdamaian yang membawa kebaikan bagi semua.

Ringkasan Buku Guru Kelas 6 K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Karya Pelayanan Gereja

  • Gereja mendapat tiga tugas dari Yesus Kristus untuk diemban sepanjang masa sampai akhir zaman. Ketiga tugas tersebut adalah sebagai berikut:
    1) Tugas Mewartakan
    Sebelum naik ke surga, Yesus telah berpesan kepada para murid untuk pergi mewartakan kabar gembira ke seluruh dunia (Markus 16:15). Mereka tidak perlu takut, Yesus menyertai mereka. Pesan itu tetap berlaku bagi murid-murid Yesus di zaman sekarang ini, yakni mereka semua yang telah dipermandikan. Pewartaan adalah tugas utama Gereja. Bukan pewartaan dengan kata-kata tetapi lebih-lebih dengan kesaksian hidup dan dialog. Tujuan dari tugas pewartaan ialah agar Yesus dan ajaran-Nya diterima dan diimani oleh semua orang. Orang yang percaya akan memperoleh keselamatan.
    2) Tugas Menguduskan
    Sudah sejak awal sejarah Gereja, umat Kristen biasa menjalankan perayaan iman. Perayaan iman ini bukan sekadar perayaan ibadat saja, tetapi juga menghasilkan buah nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kisah para rasul menceritakan bahwa umat Kristen pertama menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Cara hidup yang demikian membuat mereka disukai semua orang sehingga tiap-tiap hari umat bertambah jumlahnya. Gereja pada masa kini juga tetap bertugas untuk merayakan perayaan-perayaan iman itu supaya umat dan masyarakat menjadi lebih baik, lebih kudus, dan terselamatkan. Salah satu tugas pokok Gereja adalah menguduskan tugas imamat!
    3) Tugas Melayani (atau Menggembalakan)
    Tugas melayani ditunjukkan oleh Yesus dengan membasuh kaki para murid-Nya. Yesus menghendaki agar tugas itu dijalankan terus oleh para murid-Nya. Yesus selalu melayani orang yang membutuhkan. Ia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mengampuni orang berdosa, dan memberi makan kepada orang yang kelaparan. Yesus adalah tuan segala tuan tetapi bersikap rendah hati dan siap melayani. Pelayanan yang telah dijalankan oleh Yesus menjadi tugas dan panggilan Gereja. Gereja sungguh-sungguh menjadi warta gembira bila Gereja menampakkan pelayanan dalam kehidupannya. Semua anggota Gereja dipanggil untuk tugas pelayanan, termasuk kita yang kini tengah belajar.
  • Sebagaimana Kristus mengemban tugas sebagai nabi, imam dan Raja, demikian pula Gereja sebagai persekutuan umat beriman kepada Kristus, memiliki tiga tugas pokok, yaitu tugas pewartaan, pengudusan, dan penggembalaan. Keseluruhan tugas tersebut disebut sebagai karya pelayanan Gereja. Karya pelayanan Gereja tersebut, tercermin pada ketiga tugas Kristus, yaitu sebagai pewarta, pengudus dan raja.
  • Tujuan dari karya pewartaan adalah agar Kristus semakin dikenal dan diimani dengan segenap hati oleh semua orang. Kristus hendaknya diwartakan oleh umat Kristen melalui perkataan dan perbuatan. Perkataan, sikap, dan tingkah laku orang beriman hendaknya memancarkan kebaikan Allah.
  • Selain tugas mewartakan, Gereja juga mempunyai tugas untuk menguduskan. Tugas ini dijalankan melalui perayaan-perayaan ibadat yang juga merupakan perayaan iman. Dalam perayaan iman umat berkumpul untuk ibadat, maka tindakan itu selalu berhubungan dengan iman. Dalam ibadat kita menyatakan iman, perasaan syukur, permohonan, dan pertobatan. Perayaan Ekaristi Kudus merupakan salah satu perayaan iman yang penting bagi orang Katolik. Selain perayaan-perayaan sakramen, juga ada perayaan sakramentali, yakni bentuk perayaan yang dilakukan umat dengan tujuan tertentu, misalnya: pemberkatan rumah, pemberkatan benih, dan lain-lain. Di samping itu, juga ada ibadat sabda, sharing Kitab Suci, ziarah, dan sebagainya. Tugas pengudusan ini dilaksanakan sejak masa hidup umat purba dahulu (Kisah Para Rasul 2: 41-47).
  • Tugas Gereja yang ketiga adalah menggembalakan umat Allah atau memimpin dan melayani umat. Yesus Kristus adalah dasar dari seluruh penggembalaan atau pelayanan dalam Gereja. Ia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, memberi makan orang lapar, dan mengampuni orang berdosa yang bertobat. Pelayanan dijalankan oleh Yesus dengan penuh pengabdian, pengorbanan, dan kerendahan hati seperti diwujudkan dalam pembasuhan kaki para murid (Yohanes 13: 4-17). Tugas penggembalaan ini adalah tugas semua orang Kristen yang dijalankan sesuai dengan fungsi dan status setiap orang. Tugas pelayanan bertujuan agar kehidupan semua manusia utuh dan masuk persekutuan hidup dengan Allah.
  • Karya pelayanan Gereja atau tiga tugas Gereja tersebut di atas perlu dipahami oleh anak-anak. Untuk memahami tugas-tugas Gereja tersebut, anak-anak diharapkan bisa berpartisipasi dan melibatkan diri dalam tugas-tugas kegerejaan, misalnya misdinar, pendalaman Kitab Suci, doa-doa bersama di lingkungan, dan sebagainya.
  • Yesus memanggil murid-murid-Nya, untuk melanjutkan karya dan tugas Yesus di dunia. Sebagai murid-murid-Nya, Gereja menjalankan karya pelayanan, sebagai bentuk keterlibatan Gereja di dalam tritugas Kristus.
  • Dewasa ini, Gereja melaksanakan karya pewartaan melalui kegiatan pengajaran dan pendampingan iman, seperti les katekumen, les komuni pertama, persiapan krisma, sarasehan lingkungan, dan lain-lain.
  • Karya pengudusan dilaksanakan Gereja, melalui kegiatan liturgis, perayaan sakramen serta doa atau peribadatan.
  • Sedangkan karya penggembalaan, diupayakan Gereja dengan membentuk wadah-wadah atau organisasi-organisasi, baik yang bersifat sosial maupun gerejani.
  • Di samping itu, Gereja terpanggil untuk melaksanakan karya pelayanan Gereja, melalui kegiatan sosial kemanusiaan dan amal kasih.Ringkasan Buku Guru Kelas 6 K13Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
    Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
    Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

     

Gereja Mewartakan Kerajaan Allah

  • Inti Pewartaan Yesus adalah membangun Kerajaan Allah. “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat” (Markus 1:15).
  • Kerajaan Allah adalah suasana dan saat dimana Allah datang dan memerintah sebagai Raja.
  • Pewartaan Kerajaan Allah, adalah pewartaan mengenai kerahiman dan kepedulian Allah untuk menyelamatkan manusia. Suasana kedekatan, keakraban dan kesetiakawanan Allah dengan manusia itulah yang hendak dibangun oleh Yesus melalui karya pewartaan-Nya.
  • Pewartaan Kerajaan Allah akan semakin dipahami melalui pengajaran Yesus, yang menggunakan banyak perumpamaan, mukjizat serta seluruh hidup-Nya.
  • Di dalam doa yang diajarkan-Nya, Yesus menyapa Allah sebagai Bapa; Ia mengucapkan sabda bahagia, Ia dekat dengan orang-orang berdosa, miskin dan tak berdaya. Semuanya dilakukan oleh Yesus, agar para murid memahami arti Kerajaan Allah sebagai pokok pewartaan-Nya.
  • Jika dikatakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, hal itu memberikan gambaran bahwa suasana Allah yang memerintah sebagai raja telah mulai terwujud, sekaligus memerlukan proses untuk menggenapinya. Dalam hal ini, Yesus memanggil para murid-Nya, untuk membantu karya-Nya menjalankan tugas perutusan. Hal itu dilanjutkan oleh Gereja sebagai kumpulan umat beriman, sebagai penerus para murid pertama, yang dibangun oleh Yesus sebagai tempat persemaian bagi terwujudnya Kerajaan Allah. Gereja turut serta di dalam karya atau misi Kristus, yaitu mewartakan Kerajaan Allah.
  • Keikutsertaan Gereja di dalam mewartakan Kerajaan Allah tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada tugas Kristus sendiri sebagai Imam, Nabi, dan Raja.
  • Partisipasi dalam karya Kristus sebagai Nabi, dijalankan Gereja dengan mengajar dan kesaksian.
  • Karya Imamat dilaksanakan melalui pengudusan, yaitu kegiatan liturgis dan sakramental.
  • Sedangkan karya Rajawi, dijalankan oleh Gereja melalui upaya untuk membentuk komunitas di dalam persekutuan dan pelayanan.
  • Itulah sebabnya, Gereja terpanggil untuk menyuarakan nilai-nilai Kerajaan Allah, baik cinta kasih, persaudaraan, keadilan, pertobatan serta pengampunan. Melalui berbagai kegiatan serta gerakan itulah, gereja mewartakan Kerajaan Allah, yaitu turut serta di dalam Karya dan Misi Kristus.
  • Tugas perutusan utama yang diemban Yesus di dunia ini, adalah membangun suasana yang bahagia, penuh sukacita dan kegembiraan. Suasana inilah yang menjadi suasana Kerajaan Allah, yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus.
  • Suasana bahagia dan sukacita Kerajaan Allah tersebut ditujukan bagi: orang yang miskin di hadapan Allah, orang yang berdukacita, orang yang lemah lembut, orang yang lapar dan haus akan kebenaran, orang yang murah hatinya, orang yang suci hatinya, orang yang membawa damai, orang yang dicela dan dianiaya, orang yang kepadanya difitnahkan segala yang jahat, dan orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran.
  • Perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang tersebut di atas, akan menjadi terang yang bercahaya. Dan dari terang itulah, nama Allah dimuliakan. Memuliakan nama Allah, artinya memandang dan memuji Allah yang bertahta sebagai Raja. Dalam hal ini, Kerajaan Allah adalah suasana bahagia bagi orang-orang yang dengan segala perbuatan baik, memuliakan nama Tuhan dan memandang Tuhan sebagai Raja.
  • Tugas Yesus adalah menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang, membebaskan orang-orang yang tertindas, dan penglihatan bagi orang-orang buta.
  • Tugas Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, diteruskan oleh Gereja dengan berusaha melayani mereka yang sakit dengan mendirikan balai pengobatan dan rumah sakit.
  • Tugas Yesus membantu orang-orang buta, bisu dan tuli, diteruskan oleh Gereja dengan membangun sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan.

Ringkasan Buku Guru K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel?
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Gereja Persekutuan Para Kudus

  • Di dalam rumusan syahadat iman Katolik (credo), ditegaskan bahwa sebagai umat beriman, kita pun percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus serta persekutuan para kudus.
  • Istilah “Persekutuan para kudus” (communion sanctorum) baru dimasukkan ke dalam rumusan syahadat pendek pada abad IV.
  • Rumusan tersebut dapat dipahami sebagai keadaan, tetapi terutama harus dipahami sebagai sebuah proses keterlibatan Gereja terhadap hal-hal yang kudus.
  • Imanlah yang dijadikan dasar persekutuan, adalah iman akan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Itulah sebabnya, Gereja disebut sebagai tubuh Kristus.
  • Para kudus adalah orang-orang beriman yang telah memperoleh kehidupan kekal di surga, sebagaimana dijamin oleh Yesus melalui sabda-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yohanes 6:53).
  • Di dalam persekutuan, semua anggota Gereja mampu menjalin persaudaraan dan berkomunikasi satu dengan yang lain, sehingga menjadi sehati dan sejiwa. Sifat sehati sejiwa bagi kaum beriman menyiratkan kesatuan, baik kesatuan di dalam Gereja yang masih mengembara di dunia, maupun dengan anggota Gereja yang menderita di dalam api penyucian serta Gereja yang mulia dalam kemuliaan surgawi.
  • Persekutuan Gereja, diikat oleh tubuh dan darah Kristus, yaitu kesediaan untuk melakukan kehandak Allah, sebagai makanan utama umat beriman. Dengan demikian, persekutuan para kudus bukan hanya sesuatu yang bersifat fisik atau lahiriah, tetapi juga yang bersifat rohani, yaitu persekutuan dengan anggota-anggota Gereja yang telah meninggalkan dunia ini.
  • Iman dan keyakinan terhadap persekutuan para kudus, merupakan ungkapan iman Gereja untuk dapat menikmati kesatuan seluruh umat beriman kepada Kristus, di dalam Roh Kudus.
  • Dalam tradisi Gereja Katolik, terdapat istilah santo, santa, beato, beata. Istilah tersebut merupakan penghormatan kepada orang-orang tersebut karena kesucian imannya, jasa serta pengorbanannya. Semua istilah tersebut berarti yang disucikan.
  • Santo Stefanus adalah martir pertama. Martir artinya orang yang wafat karena mempertahankan imannya akan Kristus. Karena iman, kesucian serta pengorbanannya kepada Kristus dan Gereja, ia diberi gelar santo.
  • Rumusan syahadat menegaskan bahwa kita mengimani persekutuan para kudus. Persekutuan para kudus adalah himpunan orang-orang yang semasa hidupnya menunjukkan nilai-nilai iman, kesucian dan menyerahkan seluruh hidupnya untuk kemuliaan Allah. Meskipun mereka telah wafat, iman akan Kristus yang satu menjadi tali pengikat persekutuan dengan Gereja yang masih berziarah di bumi.
  • Kisah Santo Stefanus juga menunjukkan sifat kudus Gereja, yang berarti bahwa bukan hanya mereka yang masih mengembara di dunia, melainkan mereka yang telah berada di dalam surga, karena kekudusan yang telah mereka perjuangkan selama masa hidup di dunia, sekaligus karena kasih Kristus.
  • Tradisi dan Ajaran Gereja Katolik tentang Persekutuan Para Kudus:
    Doa-Doa atau Perayaan Ekaristi
    Gereja Katolik mengimani ikatan dengan para kudus di surga. Hal itu tampak di dalam beberapa doa atau bagian ekaristi, misalnya: litani orang kudus, syahadat para rasul dan doa syukur agung.
    Hari-Hari Khusus

    Pada tanggal 1 dan 2 Nopember Gereja Katolik memperingati arwah umat beriman dan para kudus. Terdapat hari-hari di dalam rentang sepanjang tahun, Gereja Katolik memperingati para kudus yaitu Santo dan Santa. Misalnya 4 Nopember (Santo Carolus Boromeus), 13 Juni (Santo Antonius dari Padua), 7 April (Santo Yohanes Pembaptis de la Salle), dan sebagainya.
    Nama Baptis/Nama Pelindung
    Ketika menerima baptisan, setiap orang memilih nama baptis, yang diambil dari nama santo-santa atau para kudus, sebagai penghormatan sekaligus keteladanan terhadap semangat yang telah ditunjukkan oleh mereka. Selain sebagai penghormatan, melalui doa dan perayaan ekaristi, Gereja menyampaikan permohonan kepada Tuhan melalui para kudus.

Ringkasan Buku Guru K13 Kelas 6 SD

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik

  • Untuk melaksanakan tritugas-Nya, yaitu sebagai imam, nabi dan raja, Kristus melibatkan para murid-Nya. Sebagai kelompok yang dibentuk oleh Kristus, para murid menanggapi panggilan-Nya dengan menunjukkan ciri-ciri hidup tertentu, sebagaimana dikehendaki oleh Kristus pendirinya. 
  • Sebagai kumpulan yang mengenal dan percaya kepada Kristus, para murid disebut sebagai Gereja perdana. Gereja adalah kumpulan umat beriman kepada Kristus yang memiliki kesatuan yang tidak terpisahkan, sebagaimana tubuh dari kepalanya. 
  • Setiap makhluk hidup, kota, kelompok bahkan negara memiliki cara hidup atau ciri-ciri tersendiri, yang membedakannya dari makhluk hidup, kota, kelompok atau negara yang lain. 
  • Ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh setiap kota, kelompok, atau negara tersebut merupakan suatu keistimewaan, yang dapat menjadi daya tarik sekaligus keunggulan. 
  • Kristus menegaskan kepada para murid-Nya, untuk selalu menunjukkan sikap serta ciri-ciri kehidupan tertentu. Berdasarkan pada sabda serta ajaran-Nya, Gereja terpanggil untuk mewujudkan diri sebagai komunitas dengan ciri-ciri yang satu, kudus, katolik dan apostolik. 
  • Satu
    Ciri satu, menegaskan bahwa Gereja sebagai kumpulan orang- orang beriman kepada Kristus hendaknya berhimpun menjadi umat Allah (1 Petrus 2:5-10) dan menjadi satu Tubuh (1 Korintus   12:12). 
  • Kudus
    Ciri Kudus menegaskan bahwa Gereja dipanggil kepada kekudusan oleh Tuhan, “Hendaklah kamu sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya” (Matius 5:48). Perlu diperhatikan juga bahwa kategori kudus yang dimaksud menegaskan bahwa Gereja merupakan kumpulan orang-orang beriman yang terpanggil untuk hidup suci, yaitu hidup sesuai dengan kehendak Allah. 
  • Katolik
    Ciri Katolik ini mengandung arti Gereja yang utuh, lengkap, tidak hanya setengah atau sebagian dalam menerapkan sistem yang berlaku dalam Gereja. Bersifat universal artinya Gereja Katolik itu mencakup semua orang yang telah dibaptis secara Katolik di seluruh dunia dimana setiap orang menerima pengajaran iman dan moral serta berbagai tata liturgi yang sama dimana pun berada. Kata universal juga sering dipakai untuk menegaskan tidak adanya sekte-sekte dalam Gereja Katolik. 
  • Apostolik
    Ciri yang terakhir dari Gereja Katolik adalah apostolik. Dengan ciri ini mau ditegaskan adanya kesadaran bahwa Gereja “dibangun atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Efesus 2:20). Gereja Katolik mementingkan hubungan historis, turun temurun, antara para rasul dan pengganti mereka, yaitu para uskup.

Ringkasan Buku Guru PAKat dan Budi Pekerti K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!