Doa Sumber Kekuatan Hidup

  • Di masyarakat terdapat kebiasaan berdoa, baik pribadi maupun kelompok. Ada yang berdoa sendiri dan ada pula yang dilakukan secara bersama-sama.
  • Pada umumnya, orang berdoa di tempat ibadah. Secara khusus, orang berdoa di rumah atau kamar pribadi. Tetapi ada pula orang yang melakukan doa di sawah, di perjalanan, di tempat kerja dan di mana saja.
  • Pada umumnya orang berdoa dengan maksud memohon berkat Tuhan, bersyukur atau memuji Tuhan.
  • Secara sederhana, orang memahami bahwa doa adalah berbicara dengan Allah. Dalam doa, kita mendengarkan dan menyampaikan keinginan-keinginan kita.
  • Doa merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan iman (kepercayaan), harapan, dan kasih. Sebagai ungkapan iman, harapan, dan kasih, doa dapat dilakukan baik secara pribadi maupun bersama.
  • Di samping sebagai ungkapan iman, harapan dan kasih, doa juga merupakan sumber kekuatan bagi kehidupan orang beriman. Melalui doa, iman kita menjadi semakin bertumbuh, meskipun kita harus menghadapi beratnya perjuangan hidup. Dengan berdoa, keyakinan pribadi seseorang dapat bertumbuh semakin kuat. Dan dengan keyakinan yang kuat, apa yang menjadi permohonan, harapan serta cita-cita yang diungkapkan di dalam doa, akan dapat kita raih.
  • Doa bersama, selain mengungkapkan iman dalam kebersamaan, juga memperteguh harapan bersama. Doa bersama dapat dikatakan sebagai bentuk komunikasi bersama yang menjembatani setiap hati, sehingga apa yang menjadi harapan serta permohonan bersama, dapat diperjuangkan secara bersama. Dan dalam hal inilah, Tuhan berkarya serta mengabulkan doa-doa bersama.
  • Doa sebagai ungkapan iman, harapan, kasih, sekaligus pasrah kepada Allah yang terindah adalah doa Yesus di Taman Getsemani.
  • Pada saat kritis menghadapi sengsara dan kematian-Nya, Yesus begitu pasrah, mencintai, dan berharap pada Bapa- Nya. Terungkaplah doa Yesus yang terindah: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau kehendaki, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapibukanlah kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mulah yang terjadi!” (Lukas 22:42).
  • Dengan doa-Nya, Yesus mengatakan kepasrahan-Nya kepada kehendak Bapa. Dengan doa itu pula, Yesus menyatakan cinta-Nya kepada Bapa. Kehendak Bapa selalu diutamakan-Nya. Dengan doa itu juga, Yesus menyatakan harapan-Nya kepada Bapa. Bapa tidak akan meninggalkan Dia.
  • Setelah perjamuan (terakhir), Yesus bersama para muridnya pergi ke kebun zaitun (Taman Getsemani), untuk berdoa. Dalam doa Yesus di Taman Getsemani, terungkap iman, harapan, dan kasih Yesus kepada Bapa-Nya. Di dalam doa itu Yesus mengungkapkan:
    1. Kepercayaan dan kepasrahan Yesus kepada Bapa-Nya. Di saat-saat susah pun Yesus masih percaya dan pasrah pada Bapa Allah.
    2. Pengharapaan Yesus kepada Bapa-Nya. Yesus yakin bahwa Bapa-Nya tidak akan menyia-nyiakan Dia.
    3. Kasih Yesus kepada Bapa-Nya. Yesus selalu mengutamakan kehendak Bapa-Nya. Kehendak-Nya sendiri Ia lupakan.
  • Doa berperan memberikan peneguhan. Terkabulnya doa tidak tergantung pada rumusan, tempat dan waktu, melainkan kehendak Allah. Dalam hal ini, doa-doa semua orang akan dikabulkan, jika sesuai dengan Allah sendiri.
  • Berjaga dan berdoa, memberikan kekuatan agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan. Artinya, doa dapat meneguhkan rencana, sikap dan perbuatan kita sesuai dengan kehendak Allah. Jika kita hidup sesuai dengan kehendak Allah, kita tidak akan jatuh ke dalam pencobaan.

Ringkasan Buku Guru Kelas 6 K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Menegakkan Keadilan dan Kejujuran

  • Para siswa mungkin menyaksikan bahwa cukup berat untuk hidup sesuai dengan hati nurani, dengan berperilaku adil dan jujur.
  • Berbagai peristiwa menunjukkan bahwa terdapat upaya-upaya untuk menutupi perilaku tidak jujur dan tidak adil dengan cara- cara yang kejam.
  • Di lain pihak, mereka pun dapat menemukan nilai-nilai keadilan dan kejujuran yang ditampilkan oleh banyak tokoh, pemimpin serta orang-orang yang tetap bertahan untuk bersikap sesuai dengan hati nuraninya.
  • Bahkan, masyarakat pada umumnya merindukan tokoh-tokoh yang bersikap jujur, adil dan bijaksana sebagai pemimpin di tengah masyarakat.
  • Sebagaimana telah ditekankan oleh Firman Tuhan di dalam dekalog atau Sepuluh Perintah Allah (keluaran 20:15-17), juga ditegaskan oleh ajaran Yesus pada Matius 5:33-37 dan Matius 20:1-16 bahwa Allah menghendaki terjadinya keadilan dan kejujuran, karena hal itu sungguh memberikan suasana kehidupan bersama yang nyaman dan harmonis.
  • Sebaliknya, sejarah Israel menunjukkan bahwa akibat dari perilaku tidak jujur dan tidak adil, berakibat menyengsarakan rakyat hingga ke pembuangan.
  • Akar permasalahan dari perilaku tidak jujur dan tidak adil adalah keinginan dan keserakahan. Bahkan perilaku tidak adil dan tidak jujur mengakibatkan sendi-sendi kehidupan di dalam masyarakat menjadi goyah, karena hilangnya sikap tidak percaya dan curiga satu dengan yang lain.
  • Lebih jauh dari semua itu, perilaku tidak jujur dan tidak adil kerap berakibat perilaku lainnya yang tidak mencerminkan nilai-nilai luhur manusia. Misalnya untuk menutupi perilaku korupsi, tidak jujur dan tidak adil, seseorang sampai hati menculik, mengintimidasi dan membunuh orang lain.
  • Yesus mengajarkan bahwa kejujuran adalah sikap hati yang tegas. Jujur adalah mengatakan sesuai dengan sebenarnya. Jika ya katakan ya, dan jika tidak katakan tidak (Matius 5:37).
  • Yesus menghendaki kita untuk bersikap jujur, karena sikap jujur selain sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan kebenaran, sikap jujur juga berguna untuk membangun sendi-sendi kepercayaan di dalam kehidupan bersama. Perilaku tidak jujur akan mengakibatkan kerugian serta ketidakadilan. Mereka yang benar diperlakukan salah, sedangkan yang bersalah seolah diperlakukan sebagai orang benar.
  • Menurut Matius 20:1-16, keadilan adalah sikap memberikan kepada orang lain sesuai dengan haknya. Keadilan adalah kesesuaian antara hak dan kewajiban. Keadilan adalah wujud dari kebaikan dan cinta Allah.
  • Keadilan yang hendak ditekankan oleh Yesus adalah keadilan sebagai wujud kebaikan dan kasih Allah. Keadilan bukan hanya berarti keseimbangan. Lebih jauh dari itu, keadilan terkait dengan kesanggupan setiap pribadi. Misalnya, guru tidak dapat dikatakan adil jika memberikan nilai yang sama kepada semua siswa. Sekolah tidak dapat dikatakan tidak adil, jika memberlakukan uang sekolah yang sama kepada semua siswa.

Ringkasan Buku Guru Kelas 6 K13

Mau mendengarkan inspirasi renungan harian dengan pendekatan pribadi?
Kunjungi dan subscribe kanal YouTube Risalah Immanuel
Upload setiap hari jam 6 sore WITA!

 

Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dengan Kata-kata

  • Sebagai makhluk sosial, setiap orang menjalin relasi dengan sesamanya. Untuk dapat menjalin relasi dengan sesama, setiap orang harus mampu membangun kepercayaan, sebagai salah satu syarat di dalam kehidupan bersama serta interaksi dengan sesama.
  • Kepercayaan terhadap orang lain dan sebaliknya, tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan memerlukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut adalah melalui komunikasi serta kata-kata, di mana orang lain mampu memahami pesan yang hendak kita sampaikan.
  • Melalui kata-kata, seseorang memiliki konsekuensi untuk mampu menunjukkan kebenaran, sikap tanggung jawab dan sikap hatinya. Artinya, melalui kata-kata yang diucapkan, setiap orang akan mempertanggungjawabkan kebenaran.
  • Di dalam pengajaran serta karya-Nya, Yesus menggunakan kata-kata yang berwibawa. Kisah perumpamaan, kata-kata yang meneguhkan, kata-kata yang menyembuhkan, serta kata-kata yang menegur, semuanya Yesus sampaikan untuk meyakinkan para pendengar-Nya terhadap apa yang menjadi kehendak Allah.
  • Salah satu contoh tentang perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus adalah perumpamaan tentang harta terpendam:

    “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu” (Matius 13:44).

  • Perumpamaan adalah perbandingan atau pengandaian; sering digunakan untuk menyederhanakan sesuatu yang agak rumit.  Di sini Tuhan Yesus menggunakan cerita harta yang terpendam sebagai perbandingan atau pengandaian dari Kerajaan Allah. Tuhan Yesus mau mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu adalah ketika seseorang sudah menemukan Allah, dia akan bersukacita, dan melepaskan apapun yang dimilikinya untuk dapat bersama Allah. Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan agar orang yang mendengarkan pengajaran-Nya mudah memahami maksud-Nya.
  • Kata-kata meneguhkan yang Tuhan Yesus sampaikan, salah satunya, adalah Sabda Bahagia (Matius 5:1-12):

    “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.”

  • Contoh kata-kata yang menyembuhkan dari Tuhan Yesus adalah ketika Dia menyembuhkan orang tuli (Markus 7:34-35):

    “Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

  • Selain itu, Tuhan Yesus juga mengatakan kata-kata yang menegur seperti saat Dia menegur Petrus yang menghunus pedangnya dan memotong telinga hamba Imam Besar dalam Injil Matius 26:52-54:

    “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”

  • Tuhan Yesus menegur Petrus karena Petrus tidak sanggup melihat kehendak Allah dalam peristiwa itu.
  • Para pendengar percaya terhadap kata-kata Yesus, karena kata-kata serta ajaran yang Yesus sampaikan, menunjukkan kebenaran, efektif dan berdaya. Kata-kata Yesus mampu menyembuhkan, menguatkan, meneguhkan dan meyakinkan para pendengar-Nya.
  • Injil Matius 7:29 menegaskan bahwa Tuhan Yesus mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat!
  • Kenyataan di dalam masyarakat, banyak orang menyuarakan kebenaran. Namun tidak sedikit pula, orang menyuarakan kepentingan serta kepalsuan. Kata-kata indah yang disampaikan melalui kampanye, kritikan, komentar serta pernyataan lainnya, kerap tidak dapat dibuktikan. Akibat kata-kata palsu tersebut, banyak pemimpin menjadi tidak berwibawa, serta banyak orang tidak mendapat kepercayaan. Kata-kata yang berisi kebohongan, fitnah dan penghasutan, merusak tatanan kepercayaan, yang merupakan sendi dalam kehidupan bersama.
  • Tuhan Yesus mewartakan Kerajaan Allah dengan kata-kata yang berwibawa. Apa yang Dia katakan adalah kebenaran dan tidak ada kepalsuan di dalamnya. Tuhan Yesus tidak hanya berkata-kata, tetapi membuktikan perkataan-Nya. Selalu ada kesesuaian antara kata dan tindakan!

Catatan penting Buku Guru K13 Kelas 6 dan Catatan tambahan aendydasaint. 

Aku adalah Warga Negara Indonesia – Ringkasan

  • Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang telah disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara Indoesia. Hal ini termuat dalam pasal 26 UUD 1945.
  • Sebagai Warga Negara, kita mempunyai hak dan kewajiban. Hak adalah sesuatu yang harus kita dapatkan. Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Antara hak dan kewajiban harus dijalankan secara sama dan seimbang. Hak dan kewajiban warga negara diatur dalam pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945.
  • Hak sebagai warga negara contohnya hak untuk hidup layak, mendapat pekerjaan, menyampaikan pendapat, memperoleh perlindungan hukum, bebas memilih dan memeluk agama, mendapatkan pendidikan dan pengajaran dan membela negara.
  • Kewajiban sebagai Warga Negara contohnya wajib mentaati peraturan yang berlaku dimana pun, ikut membela negara, menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan.
  • Hak dan kewajiban sebagai warga negara adalah sama baik laki-laki maupun perempuan sebab mereka diciptakan Allah sebagai makhluk yang sama mulianya.
  • Tuhan Yesus lahir sebagai orang Yahudi. Ia selalu menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik. Ia selalu pergi ke Yerusalem setiap Paskah, taat pada Hukum Taurat, dan membayar pajak pada Kaisar.
  • Tuhan Yesus sangat mencintai bangsaNya. Ia selalu mengajak bangsa-Nya agar bertobat. Ia juga menangisi Yerusalem ketika karena Ia tahu nasib kota itu, yaitu kelak dihancurkan oleh tentara Romawi.
  • Kita dipanggil dan diutus untuk menjadi warga Gereja dan warga negara yang baik.

Dikutip dengan penyesuaian dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.

Aku adalah Warga Dunia – Ringkasan

  • Kita adalah warga dunia. Kepentingan umum yang mencakup seluruh dunia menjadi tanggungjawab semua negara di dunia. Maka dalam penanganannya dibutuhkan kerjasama semua negara di dunia.
  • Contoh-contoh permasalahan umum yang menyangkut semua negara yaitu: kelaparan, penyakit, terorisme
  • Kita selalu membutuhkan kerjasama dengan negara lain dalam beberapa segi yaitu:
    a. Segi Ekonomi
    Kita membutuhkan barang-barang dari luar negeri contohnya kendaraan, alat komunikasi, dll. Kita juga menjual hasil-hasil negeri kita sendiri contohnya produk kerajinan tangan, mebel, dll.
    b. Segi Budaya
    Kita senang menerima lagu-lagu, tarian, cerita dari negara lain. Kita juga bangga dapat memperkenalkan berbagai hasil budaya dan kesenian bangsa kita.
    c. Segi Keamanan
    Kita memerlukan kerjasama dengan negara lain dalam menangani teroris, penjahat perdagangan orang dan diplomasi untuk menghindari perang
    d. Segi Sosial
    Kita membutuhkan bantuan dari negara lain jika ditimpa bencana alam atau penyakit. Kita juga membantu negara lain yang mungkin belum terlalu sejahtera.
  • Kita harus bersyukur kepada Allah karena kita telah diciptakan secitra dengan Allah dan sebagai makhluk yang paling mulia yang saling bekerjasama menyempurnakan karya penciptaan Allah hingga kita pantas disebut sebagai anak-anak Allah.

Dikutip dengan penyesuaian dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.

Bangsa Indonesia – Ringkasan

  • Bangsa Indonesia adalah bangsa yang unik karena rakyatnya terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda tapi tetap bersatu.
  • Kesadaran akan perlunya persatuan ini berkembang karena adanya keinginan untuk lepas dari penjajahan. Karena perjuangan untuk lepas dari penjajahan pada waktu itu terjadi menurut daerah dan suku masing-masing maka bangsa kita gagal. Setelah mengalami kegagalan tersebut maka rakyat bersatu untuk mendapatkan kemerdekaannya.
  • Melalui peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 terungkap kebulatan tekad untuk membentuk negara Indonesia yang bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa yang satu yaitu bahasa Indonesia.
  • Kesatuan dari keanekaragaman bangsa Indonesia ini terpatri dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”
  • Tugas dan Kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia sekarang ini dan untuk masa depan bangsa yaitu: memelihara, melestarikan dan menjaga persatuan bangsa.
  • Dalam Alkitab Perjanjian Lama khususnya Kitab Ulangan, diceritakan bahwa bangsa pilihan Allah yaitu bangsa Israel juga menghayati rasa persatuan bangsa yaitu sebagai satu bangsa, satu Tuhan, satu negeri, satu tempat ibadat dan satu tata hukum.
  • Ketika bangsa Israel bersatu, mereka kuat dan sanggup mengalahkan musuh dan menjadikan dirinya bangsa yang jaya.
  • Ketika mereka menempati tanah terjanji dan dibagi menurut suku keturunan Yakub mereka menjadi terpecah dan mudah dikalahikan musuh.
  • Ketika di bawah pimpinan raja Daud bangsa Israel bersatu dan menjadi bangsa yang kuat dan jaya. Setelah itu Israel dipimpin oleh Salomo anaknya yang terkenal karena kebijaksanaannya. Anak-Anak Salomo kemudian berebut kekuasaan sehingga Israel terbelah menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan Utara dan Selatan.
  • Pada saat Mesia datang (Tuhan Yesus), bangsa Israel sedang dijajah oleh bangsa Romawi.
  • Tuhan Yesus ingin mempersatukan mereka dalam satu kerajaan dan bangsa yang baru, tetapi yang bersifat rohani, bukan dalam bentuk kerajaan duniawi.
  • Tuhan Yesus sendiri melihat betapa sulitnya mempersatukan bangsa Israel pada waktu itu. Mereka seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Dikutip dengan penyesuaian dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.

Keindahan Nusantara – Ringkasan

  • Negeri Indonesia adalah negeri yang terkenal dengan keindahan alamnya
  • Contoh keindahan alam Indonesia yang patut kita syukuri dan banggakan adalah:
    a. “Negeri di Atas Awan” di Kampung Lolai, Toraja Utara
    b. Danau-danau yang indah: Danau Labuan Cermin – Kalimantan Timur, Danau Toba -Sumatera Utara, Danau Sentani – Papua, Danau Maninjau – Sumatera Barat,  Danau Kumbolo – Jawa Timur, Danau Segara Anak – NTB, Danau Poso – Sulawesi Tengah, Danau Kelimutu – NTT, Danau Singkarak – Sumatera Barat.
    c. Pantai-pantai yang indah: Pantai Nihiwatu – Sumba, Pantai Pink – Pulau Komodo, Pantai Ora -Maluku Tengah, dll.
    d. Fauna yang langka: Komodo di Pulau Komodo, Anoa di Sulawesi Tenggara, Badak di Jawa Barat, Burung Cendrwasih di Papua, dll.
    e. Peninggalan sejarah yang beraneka ragam seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dll.
    f. Keragaman bahasa, pesta adat, lagu daerah, pakaian adat, dll.
  • Segala keindahan itu adalah ciptaan Tuhan. Itu adalah pemberian, karunia Tuhan untuk bangsa Indonesia. Kita patut mensyukurinya dengan ucapan syukur kepada Tuhan dan dengan turut serta menjaga kelestariannya.

Dikutip dengan penyesuaian dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.

Nabi Elia – Ringkasan

  • Kisah tentang Nabi Elia dapat kalian baca di Kitab 1 Raja-raja bab 17 dan selanjutnya.
  • Nabi itu adalah penyambung lidah Allah untuk menyampaikan kebenaran.
  • Tugas utama seorang nabi adalah menyampaikan kehendak Allah agar orang mau berbalik kepada Allah, mendengarkanNya dan kembali ke jalan yang benar.
  • Seorang nabi adalah seorang yang dekat dengan Allah, menjalankan perintahNya dan  rela berkorban demi kebenaran.
  • Dalam Alkitab Perjanjian Lama, kita mengenal beberapa nabi di antaranya Nabi Elia, Amos dan Yesaya.
  • Pada saat Raja Ahab memerintah atas Israel, terjadilah penyembahan berhala. Hal itu terjadi karena istri Raja Ahab, yaitu Izebel, berhasil membujuk sang raja untuk menyembah berhala. Banyak rakyat yang akhirnya terpengaruh untuk ikut menyembah berhala.
  • Allah mengutus Nabi Elia untuk menyadarkan bangsa Israel yang menyembah berhala itu. Dia menegur Raja Ahab yang menyembah berhala dan memperingatkan raja dan rakyatnya bahwa Allah akan menghukum mereka dengan tidak menurunkan hujan selama tiga tahun jika mereka tetap menyembah berhala.
  • Di hadapan bangsa Israel, Nabi Elia membuktikan kepalsuan  dewa Baal dan membuktikan kemuliaan dan keperkasaan Allah. Di atas gunung Karmel, Nabi Elia berhadapan dengan nabi-nabi palsu Baal untuk membuktikan siapa yang benar. Mereka memutuskan, doa siapapun yang dikabulkan, dialah yang benar dan menang. Nabi-nabi palsu Baal diberikan kesempatan untuk lebih dahulu berdoa dan memanggil-manggil yang mereka sembah untuk mendengarkan mereka dan menerima persembahan mereka. Setelah sekian lamanya, tak ada yang terjadi, bahkan hingga mereka kelelahan. Setelah itu, giliran Nabi Elia yang berdoa. Dan, Allah segera mendengar doanya dengan menyambar persembahan itu dengan api dari langit!
  • Bangsa Israel melihat sendiri apa yang dilakukan nabi Elia. Setelah kejadian itu mereka sadar bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah salah dan dosa. Akhirnya mereka berbalik kepada Allah dan bertobat.

Dikutip dengan penyesuaian dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.

Nabi Yesaya – Ringkasan

  • Kisah tentang nabi Yesaya dan nubuat-nubuatnya dapat kalian baca dalam Kitab Yesaya dalam Alkitab Perjanjian Lama.
  • Nubuat adalah ‘ramalan’ tentang masa yang akan datang yang pasti akan terjadi karena nubuat itu berasal dari Allah sendiri melalui perkataan para nabi.
  • Bangsa Israel sering jatuh ke dalam dosa tetapi Allah selalu mencintai mereka dan mengutus para nabi untuk mengingatkan mereka supaya berbalik kepada Allah.
  • Nabi Yesaya diutus Allah untuk bernubuat kepada bangsa Israel agar mereka mau kembali kepada kepada Allah dan bertobat sehingga terhindar dari bencana.
  • Nubuat Yesaya berisi tentang ancaman dan janji-janji yang memberi harapan bahwa Allah akan selalu menyertai mereka dalam menghadapi setiap musuh dan bahwa Allah akan mengirimkan Sang Juruselamat untuk mereka.
  • Di Bait Allah, Yesaya mendapatkan penglihatan. Ia melihat Allah bersama para malaikat yang bernyanyi. Malaikat itu mengambil bara api dan menyentuhkannya pada bibir Yesaya sambil berkata: “Engkau sudah dibersihkan dengan api”.
  • Yesaya mendengar suara Allah yang berkata: “Siapakah yang akan Kuutus dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”. Yesaya menjawab: “Ini aku, utuslah aku!”. Lalu Allah berfirman: “Pergilah dan wartakanlah SabdaKu kepada orang-orang Israel”. (Yes 6:8).
  • Setelah mengalami penglihatan itu, Yesaya menjadi nabi Allah untuk menunjukkan jalan keselamatan walaupun kadang itu berarti harus menyampaikan ancaman atau pun nubuat tentang malapetaka kepada bangsanya sendiri. Tapi ada juga saat dimana dia menyampaikan kabar baik dan harapan.
  • Suatu ketika Nabi Yesaya bernubuat tentang “Kekasihku dan Kebun Anggurnya”. Kekasihku itu adalah Allah dan kebun anggurnya adalah Yerusalem dan bangsa Israel. Allah selalu memelihara mereka dengan penuh kasih sayang. Ia mengharapkan agar mereka hidup rukun, tetapi yang terjadi justru mereka saling membenci, menipu, membunuh dan menindas rakyat kecil dan menyembah dewa Baal. Allah akan menghukum mereka karena perbuatan itu.
  • Nabi Yesaya bernubuat tentang kelahiran seorang Juru Selamat. Dia bernubuat: “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14). Juruselamat inilah yang akan menjadi harapan keselamatan bangsa Israel.

Dikutip dengan penyesuaian dan tambahan dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.

Nabi Amos – Ringkasan

  • Keserakahan yang dibuat manusia selalu merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Hal ini pernah terjadi dengan sangat hebat pada bangsa Israel.
  • Nabi Amos diutus Allah untuk mengingatkan bangsa Israel tentang ketidakadilan yang justru terjadi pada zaman kemakmuran.
  • Nabi Amos sering disebut sebagai pendekar keadilan. Ia selalu berdiri tegak pada keadilan Allah.
  • Situasi masyarakat pada zaman Nabi Amos yaitu:
    a. Kekayaan dikuasai oleh sekelompok orang yang serakah.
    b. Orang-orang berkuasa dan kaya menipu dan memeras orang-orang kecil.
    c. Upacara keagamaan yang meriah hanya merupakan kedok untuk menutupi kejahatan mereka. Ibadat mereka itu hanyalah ibadat palsu.
  • Dalam situasi tersebut, Nabi Amos meminta mereka untuk bertobat, kembali kepada Allah, membenci yang jahat dan mencintai yang baik serta menegakkan keadilan.
  • Nabi Amos sebagai penyambung lidah Allah, selain mengecam/menegur perilaku orang Israel yang tidak berkenan pada Allah, juga menunjukkan jalan keluar yang harus ditempuh untuk menghindari hukuman Allah yaitu dengan melakukan pertobatan yang mendasar.
  • Pada akhir tugasnya Nabi Amos menyampaikan janji keselamatan dari Allah bagi sisa-sisa bangsa Israel!

Dikutip dengan penyesuaian dari Buku Rangkuman & Latihan soal Pelajaran Agama Katolik SD Kelas 4-6 oleh Yulita Susi Astuti, S Ag.