Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dengan Tindakan

  • Yesus menyatakan kasih serta kehendak Allah, melalui kata-kata dan tindakan. Yesus melakukan aneka mukjizat untuk menyempurnakan kasih serta kehendak Allah bagi manusia. Apa yang Yesus katakan, sungguh terbukti di dalam tindakan kasih-Nya kepada orang-orang yang Ia jumpai.
  • Salah satu tindakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah adalah saat Ia membangkitkan Lazarus (Yohanes 11). Hati Yesus sangat masygul (terharu) oleh penderitaan manusia, dan Ia melakukan aksi nyata dengan membangkitkan Lazarus. Tuhan Yesus membuat orang-orang dalam peristiwa itu merasakan kasih Allah yang hadir langsung membawa perubahan nyata dalam hidup mereka. Allah yang baik itu tidak hanya diajarkan-Nya, tapi ditunjukkan-Nya.
  • Contoh lain adalah ketika Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13-21). Dalam peristiwa itu, kehadiran begitu banyak orang yang mau mendengarkan Dia, membuat hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Dalam peristiwa itu Ia menyembuhkan mereka yang sakit, dan menggandakan lima roti dan dua ikan untuk lebih dari lima ribu orang!
  • Bahkan, sebagai konsekuensi atas pengajaran-Nya, Yesus berani menderita, memanggul salib hingga wafat. Dengan demikian, Yesus berani mempertanggungjawabkan dan menempuh resiko atas kebenaran yang Ia katakan dan Ia lakukan.
  • Dalam Injil Yohanes 4:34, Tuhan Yesus mengatakan, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Itu menunjukkan bahwa makanan dan minuman merupakan sumber kehidupan jasmaniah, tetapi kehidupan sejati hanya akan diperoleh dengan melakukan kehendak Bapa. Dalam hal ini, keteladanan Yesus bukan hanya terletak pada kata-kata dan ajaran-Nya, tetapi terpenuhi di dalam perbuatan-Nya, yaitu melakukan kehendak Allah.
  • Dalam Suratnya Yakobus menegaskan serta mengingatkan kita: “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”(Yakobus 2:14,17-18).
  • Melalui ayat-ayat tersebut, Yakobus hendak menegaskan apa yang telah dilakukan oleh Yesus Sang Guru. Yesus bukan hanya mengajar dan menyampaikan kata-kata, tetapi lebih dari itu, Yesus menyempurnakan kata-kata-Nya melalui tindakan yang nyata.
  • Dalam suratnya, Yakobus menegaskan bahwa iman menjadi sempurna di dalam dan melalui perbuatan yang nyata. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26).
  • Dalam ensikliknya, Paus Paulus VI menegaskan “Pada masa kini pelajar tidak lagi mendengarkan pengajar, akan tetapi mereka mendengarkan secara sungguh-sungguh seorang saksi. Dan seandainya mereka mendengarkan para pengajar, itu terjadi karena mereka adalah saksi-saksi” (Evangelii Nuntiandi, art 142).
  • Paus Paulus VI juga menyatakan bahwa “Jika semua umat kristiani melaksanakan cinta kasih, mukjizat sungguh terjadi”. Hal ini pun menegaskan bahwa mukjizat sesungguhnya merupakan tindakan yang dilandasi oleh kasih. Jika kasih berasal dari Allah, maka tindakan kasih yang kita lakukan, merupakan tindakan Allah sendiri di dalam diri manusia.
  • Melalui pelajaran ini, para remaja dibantu untuk meyakini bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh Yesus, menjadi tantangan sekaligus jawaban dalam menghadapi aneka persoalan di dalam masyarakat zaman sekarang. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang memiliki komitmen untuk mampu berkata serta bertindak secara benar. Kebenaran yang diungkapkan dengan kata-kata, hendaknya diwujudkan dalam tindakan yang nyata. Dan itulah makna dari istilah membangun serta mewujudkan Kerajaan Allah.
  • Salah satu tokoh Katolik di Indonesia yang patut dikenang karena tindakan nyatanya adalah I.J Kasimo. Dia adalah seorang Menteri Persediaan Pangan untuk rakyat pada zaman pemerintahan Presiden Sukarno. Beliau juga pendiri Partai Katolik. Tetapi, beliau tetap menunjukkan sikap sederhana dan bersahaja. Meskipun beliau seorang Katolik yang taat, tetapi beliau berjuang demi kepentingan seluruh rakyat. Jabatan menteri tidak membuat beliau angkuh dan gila hormat, sebaliknya I.J Kasimo tetap bersikap rendah hati, sederhana dan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai hukum tertinggi. I.J Kasimo tetap bersahabat dengan siapapun, termasuk dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan pemikirannya, meskipun beliau tetap tegas menolak kebijakan yang tidak memihak kepentingan rakyat.
  • Dengan menjaga kesesuaian antara kata dan perbuatan, kebenaran seseorang akan tampak. Kebenaran kata-kata setiap orang akan semakin meyakinkan orang lain apabila dapat disertai dengan perbuatan yang nyata. Kesesuaian kata dan perbuatan, menempatkan setiap orang sebagai pribadi yang pandai menjadi teladan.

Catatan penting Buku Guru K13 Kelas 6 dan catatan tambahan Aendydasaint.